Thursday, June 7, 2012

Otitis Media/ Infeksi Telinga Tengah/ Congekan

 photo gaptek-shanty-merah-468.gif

Otitis media/ congekan/ penyakit telinga bernanah adalah infeksi bakteri atau virus pada telinga tengah/ di sebelah dalam gendang telinga. Kuman penyebab infeksi ini umumnya berasal dari saluran pernafasan atas atau tenggorokan.

Penyakit ini lebih banyak terjadi pada anak-anak usia kurang dari 6 tahun karena mereka sering mengalami infeksi saluran pernapasan akibat sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang. Di samping itu tuba eustachius anak lebih mendatar dan pendek daripada orang dewasa sehingga masalah di tuba eustachius dengan cepat menimbulkan gejala otitis media.

Telinga terbagi menjadi tiga bagian: telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam. Telinga tengah adalah daerah yang dibatasi dengan dunia luar oleh gendang telinga. Daerah ini menghubungkan suara dengan alat pendengaran di telinga dalam dan juga terdapat saluran eustachius/ tuba eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan rongga hidung belakang dan tenggorokan bagian atas. 

Guna tuba eustachius ini adalah :
- Menjaga keseimbangan tekanan udara di dalam telinga dan menyesuaikannya dengan tekanan udara di dunia luar.
- Mengalirkan sedikit lendir yang dihasilkan sel-sel yang melapisi telinga tengah ke bagian belakang hidung.
- Sebagai sawar kuman yang mungkin akan masuk ke dalam telinga tengah

Terjadinya Otitis Media :
Otitis media sering diawali dengan infeksi pada saluran napas seperti radang tenggorokan atau pilek yang menyebar ke telinga tengah lewat tuba eustachius. Saat bakteri melalui tuba eustachius, mereka dapat menyebabkan infeksi di saluran tersebut sehingga terjadi pembengkakan di sekitar saluran, tersumbatnya saluran, dan datangnya sel-sel darah putih untuk melawan bakteri. Sel-sel darah putih akan membunuh bakteri dengan mengorbankan diri mereka sendiri. Sebagai hasilnya terbentuklah nanah dalam telinga tengah. Selain itu pembengkakan jaringan sekitar tuba eustachius menyebabkan lendir yang dihasilkan sel-sel di telinga tengah terkumpul di belakang gendang telinga.

Jika lendir dan nanah bertambah banyak, pendengaran dapat terganggu karena gendang telinga dan tulang-tulang kecil penghubung gendang telinga dengan organ pendengaran di telinga dalam tidak dapat bergerak bebas. Kehilangan pendengaran yang dialami umumnya sekitar 24 desibel (bisikan halus). Namun cairan yang lebih banyak dapat menyebabkan gangguan pendengaran hingga 45 desibel (kisaran pembicaraan normal). Selain itu telinga juga akan terasa nyeri. Dan yang paling berat, cairan yang terlalu banyak tersebut akhirnya dapat merobek gendang telinga karena tekanannya. ( Sumber Wikipedia )

Tanda dan gejala Otitis Media/ congekan/ telinga bernanah  :
- Keluarnya cairan dari liang telinga
- Anak umumnya mengeluhkan telinganya sakit saat ditarik atau disentuh, terutama saat berbaring/ tidur
- Pada bayi biasanya menjadi rewel disertai dengan menggosok atau menarik telinga
- Sakit kepala dan gejala infeksi saluran napas seperti batuk, pilek dan hidung tersumbat
- Kadang disertai demam tetapi umumnya tidak terlalu tinggi
- Ketika berbicara terasa ada gema di telinga atau ada rasa berisik
- Ada bunyi seperti letupan pada saat menelan atau menguap
- Ada rasa penuh dan nyeri di telinga
- Otitis media lanjut dapat mengakibatkan penurunan daya pendengaran, tinitus atau sensasi berdengung di telinga, vertigo atau pusing berputar dan nyeri tarik telinga menjadi hilang timbul

Tips pengobatan penyakit telinga bernanah/ Otitis Media :
Pengobatan yang diperlukan berupa obat untuk mengurangi gejalanya dan obat terhadap penyebabnya. Untuk mengurangi gejala dapat diberikan obat penurun panas atau pengurang rasa nyeri. Sedangkan untuk menghilangkan penyebabnya dengan memberikan antibiotik yang berupa obat tetes telinga dan obat minum. 
Apabila telinga tetap berair lebih dari 3 bulan terus menerus setelah diobati dengan teratur, biasanya dokter akan melakukan tindakan operasi untuk mengeluarkan cairan pada telinga bagian tengah tersebut.

Pencegahan Otitis Media :
- Hindari bayi/ anak dari asap rokok
- Hindari kebiasaan memberikan susu botol kepada bayi/ anak dalam posisi telentang, posisi botol harus berdiri/ vertikal
- Minum banyak air putih atau jus, aktivitas menelan yang berulang-ulang dapat membantu membersihkan eustachian tube dari cairan berlebih
- Hindari penggunaan empeng untuk anak usia lebih dari 10 bulan
- Cegah anak bermain bersama temannya yang sedang pilek
- Sering cuci tangan 
- Segera obati anak jika menderita ISPA

 photo belajarinternetdinsan.gif

0 komentar:

Post a Comment