Wednesday, April 6, 2011

Penyebab & Cara Mengatasi Keputihan

 photo gaptek-shanty-merah-468.gif

Keputihan adalah radang pada pada vagina, yang disebabkan oleh bakteri, jamur atau parasit. Selain kuman, keputihan juga dapat dipicu oleh ketidakcocokan terhadap produk yang digunakan di dalam vagina ( misalnya vaginal douche, tampon ) perubahan hormonal dan penggunaan spiral.

Pada keadaan normal kuman penyebab keputihan tersebut sebenarnya selalu ada di dalam vagina, namun pH asam di vagina akan membuat perkembangbiakannya dapat terkontrol. Jika terjadi perubahan pH di vagina maka kuman dapat berkembang biak di luar kendali, sehingga terjadilah keputihan.

* Keputihan karena bakteri
Merupakan kasus yang paling sering terjadi, baik pada wanita yang sudah ataupun belum pernah melakukan hubungan seks. Gejalanya adalah cairan yang keluar dari vagina lebih banyak dari biasanya, lebih encer atau berbau anyir seperti bau ikan. Tidak terasa sakit ketika buang air kecil atau ketika melakukan hubungan seks.
* Keputihan karena jamur
Keputihan jenis ini juga dapat terjadi pada wanita yang sudah ataupun yang belum pernah melakukan hubungan seks. Gejalanya adalah munculnya rasa gatal atau nyeri di vagina atau di vulva ( alat kelamin bagian luar ). Cairan vagina lebih kental dari biasanya, berwarna keruh seperti keju. Sulit dan terasa nyeri pada saat buang air kecil. Bengkak dan berwarna merah pada alat kelamin bagian luar.
* Keputihan karena parasit
Hanya terjadi pada wanita yang pernah melakukan hubungan seks. Gejalanya adalah cairan vagina encer, jumlahnya banyak, berwarna kuning kehijauan dan sangat bau. Timbul rasa sakit pada vagina dan terasa sakit ketika melakukan hubungan seks.

Pencegahan dan Cara Mengatasi Keputihan :
- Jangan terlalu sering menggunakan produk pembersih vagina, karena penggunaan yang terlalu sering dapat mengganggu keseimbangan bakteri yang ada di vagina dan memudahkan terjadinya keputihan. Cukup gunakan produk pembersih 1 atau 2 kali seminggu.
- Pilih produk pembersih vagina yang mengandung asam laktat karena mampu menjaga keseimbangan pH.
- Jangan menggunakan bedak pada vagina.
- Gunakan celana dalam yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat, segera ganti celana dalam yang basah.
- Bilas dengan air yang bersih dan keringkan vagina setiap sehabis buang air kecil.
- Jangan terlalu lama dan terlalu sering menggunakan panty liner
- Ketika haid sering-seringlah mengganti pembalut.
- Bila anda mandi dengan berendam, bersihkan sisa sabun pada organ intim setelah selesai mandi.
- Jangan berganti-ganti pasangan seks.
- Keputihan harus diwaspadai karena keputihan merupakan gejala awal dari kanker rahim, oleh karenanya untuk wanita yang aktif melakukan hubungan seksual sangat disarankan melakukan pap smear setidaknya setahun sekali.

Pengobatan Keputihan :
Biasanya dokter akan memberikan :
- Keputihan karena bakteri, antibiotik yang diminum
- Keputihan karena jamur, obat anti jamur yang diminum atau dimasukkan ke dalam vagina
- Keputihan karena parasit, obat anti parasit. Pengobatan harus dilakukan wanita bersama dengan pasangannya.

 photo belajarinternetdinsan.gif

0 komentar:

Post a Comment