Tuesday, April 12, 2011

Informasi Lengkap Tentang Penyakit TBC


Tuberkulosis/ TBC/ TB adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Organ tubuh yang paling sering diserang oleh bakteri ini adalah paru-paru. Karena bakteri penyebab TBC memiliki daya tahan yang sangat kuat maka pengobatannya memerlukan waktu yang relatif lama yaitu 6-12 bulan.

TBC dapat ditularkan melalui udara yang tercemar kuman TBC yang dilepaskan pada waktu penderita TBC berbicara, batuk atau bersin, mengkonsumsi makanan atau minuman yang tercemar kuman TBC, atau mendapat suntikan dari jarum suntik yang tercemar kuman TBC.

Orang-orang beresiko tinggi terkena penyakit TBC :
- Yang berdekatan dengan penderita TBC misalnya : tinggal serumah, bekerja satu ruangan, belajar satu kelas, bermain bersama terus-menerus.
- Yang tinggal di tempat yang sempit atau berdesakan sehingga tidak cukup mendapat sinar matahari dan udara segar.
- Yang bekerja di tempat fasilitas umum yang harus melayani banyak orang, misalnya bekerja di puskesmas atau rumah sakit.
-  Yang memiliki daya tahan / kekebalan tubuh yang lemah akibat nutrisi buruk, makanan rendah kalori, orangtua, penderita HIV.

Tanda dan Gejala TBC :
- Nafsu makan hilang diikuti dengan berat badan yang terus berkurang
- Batuk berlendir selama lebih dari tiga minggu, kadang-kadang disertai darah.
- Nyeri pada dada terutama saat batuk
- Demam yang tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama
- Berkeringat di malam hari
- Badan terasa lemah

Uji laboratorium untuk memastikan terinfeksi TBC atau tidak, dapat dilakukan :
- Rontgen paru : merupakan cara yang pertama yang dilakukan. Jika tampak rongga di paru-paru berarti menunjukan adanya infeksi TBC aktif.
- Test Mantoux : lokasi penyuntikan umumnya pada 1/2 bagian atas lengan bawah kiri bagian depan disuntikkan tuberculin secara intra kutan ( kedalam kulit ). Setelah 48-72 jam kemudian diukur pembengkakan yang terjadi.
- Tes kultur : pemeriksaan terhadap sampel tinja atau lendir / dahak penderita.

Perawatan Penderita TBC
- Minum obat yang diberikan dokter secara teratur setiap harinya.
Biasanya karena jangka waktu pengobatan TBC lama, penderita sering terlupa minum obat atau penderita merasa bosan minum obat dan akhirnya menghentikan pengobatan apabila merasa kondisi tubuhnya sudah lebih baik. Hal ini sangat merugikan penderita itu sendiri karena dapat menyebabkan terjadinya resistensi / kuman TBC menjadi kebal terhadap obat yang diberikan. Apabila ini terjadi maka pengobatan harus diulang dari awal lagi dengan dosis yang dinaikkan atau dengan waktu pengobatan yang lebih panjang.
- Makan makanan yang bergizi
- Cukup istirahat
- Perbaiki kondisi rumah / lingkungan. Perbanyak ventilasi udara dan usahakan sinar matahari masuk ke dalam rumah.
- Jemur kasur, bantal, selimut  penderita TBC 2-3 kali seminggu. Karena kuman TBC yang ada di kasur, bantal dan selimut tersebut dapat mati bila terkena sinar matahari.
- Ingatkan penderita untuk menutup mulut dan hidung dengan tissue bila batuk atau bersin. Segera buang tissue yang telah digunakan.
- Pisahkan alat makan penderita TBC dari yang lainnya.

0 komentar:

Post a Comment