Thursday, February 28, 2013

Kasus Keracunan Makanan


Di berita televisi atau koran kita cukup sering mendengar terjadinya kasus keracunan makanan, baik yang terjadi pada perorangan atau secara masal setelah menyantap makanan dari suatu hajatan/ kegiatan bersama. 

Keracunan makanan berbeda dengan alergi makanan. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan keracunan makanan? Keracunan makanan adalah tercemarnya/ terkontaminasinya suatu makanan atau minuman dengan bakteri, parasit, virus atau toksin dari kuman yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia.

Selain karena bakteri, keracunan makanan juga dapat disebabkan karena mengkonsumsi makanan beracun seperti : jamur liar tertentu, keong racun, ikan buntal, tempe bongkrek dll.

Bakteri pencemar yang sering menyebabkan keracunan makanan, antara lain :
  • Escherichia coli : terdapat pada makanan yang tidak dimasak hingga matang, jus, susu, es batu, es krim yang tidak diolah dengan air matang yang bersih serta pada buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih.
  • Salmonella : terutama mencemari daging ayam, daging sapi, telur dan produk susu.
  • Shigella : biasanya mencemari sayuran mentah, makanan yang lembab seperti kentang rebus.
  • Staphylococcus aureus : lebih sering mencemari makanan yang kaya protein, seperti telur, kentang. 
  • Clostridium botulinum : terdapat pada makanan kaleng yang tidak diolah secara higienis atau yang makanan kaleng yang sudah kadaluarsa.
  • Clostridium perfringens : terdapat pada daging atau ayam yang sudah dimasak lebih dari 24 jam sebelum dikonsumsi dan tidak dipanaskan terlebih dahulu sampai mendidih/ digoreng kembali sebelum dikonsumsi.
  • Racun/ toksin yang dihasilkan oleh jamur tertentu atau kerang.
Gejala keracunan makanan :
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Sakit/ kram perut
  • Pusing
  • Demam
  • Nyeri otot
  • Badan terasa lemah
Tips mengatasi keracunan makanan :
  • Minum obat penyerap racun/ toksin, seperti Norit, New diatabs.
  • Ganti cairan tubuh yang hilang akibat diare dengan minum Oralit, atau campuran 2 sendok makan gula dan 1/2 sendok teh garam dalam 1 gelas air hangat aduk sampai larut, atau minum Pocari sweet, air kelapa.
  • Hindari minuman yang manis, berkafein dan susu.
  • Tetap makan. Makanlah makanan yang lembut seperti bubur atau sup. 
  • Istirahat yang cukup.
  • Jika gejala tidak membaik setelah 12 jam, seperti terus muntah dan diare, mulut menjadi kering, mata cekung, tidak lagi buang air kecil, demam tinggi, tidak sanggup mengangkat badan segera bawa ke dokter.

1 komentar:

Irawati ira said...

infonya sangat membantu dan blognya keren, smoga lebih bermanfaat, thanks..

Post a Comment