Monday, October 24, 2011

Tanda, Gejala & Perawatan Herpes Labialis/ Cold Sores

 photo gaptek-shanty-merah-468.gif

Herpes labialis atau cold sores adalah infeksi yang di tandai dengan timbulnya luka yang disertai dengan rasa nyeri pada bibir atau bagian lain dari mulut, di sebabkan oleh virus Herpes Simplex tipe 1 ( HSV-1). 

Tanda dan Gejala Herpes Labialis :
Umumnya muncul dalam 4 tahap, yaitu :
Tahap 1 : ada rasa geli, gatal atau sensasi terbakar di sekitar bibir atau hidung selama 1-2 hari. Ada yang disertai demam juga pembengkakan kelenjar getah bening di leher   dan ada yang tidak.

Tahap 2 : muncul titik-titik berisi air, dalam bentuk tunggal atau berderet seperti tandan, seringkali disertai rasa nyeri.

Tahap 3 : titik-titik berisi air akan pecah membentuk luka yang basah. Pada tahap ini virus akan mudah sekali menular pada orang.

Tahap 4 : luka mulai mengering dan sembuh.
Biasanya dari munculnya tahap 1 sampai tahap 4 membutuhkan waktu selama 2-3 minggu.

Ketika penyakit ini sembuh, virus Herpes simplex tidaklah musnah tetapi bersembunyi di sel-sel saraf, menjauh dari sistem kekebalan, sehingga pada kondisi tertentu virus ini dapat muncul kembali ke permukaan kulit dan menyebabkan infeksi ulang.

Infeksi ulangan biasanya dipicu oleh :
- Sengatan matahari pada bibir
- Demam
- Flu/pilek
- Cuaca dingin
- Alergi makanan
- Cedera di mulut
- Pengobatan gigi
- Stress
- Terlalu lelah

Pada sebagian besar penderita, infeksi ulangan Herpes Simplex tipe-1 mungkin hanya menimbulkan sedikit gangguan nyeri, tetapi hal ini bisa berakibat fatal pada :
- Penderita kelainan sistem kekebalan (misalnya AIDS)
- Penderita yang menjalani kemoterapi
- Penderita yang menjalani terapi penyinaran
- Penderita yang menjalani pencangkokan sumsum tulang.
Pada orang-orang tersebut, luka terbuka di mulut yang berukuran besar bisa mengganggu makan dan penyebaran virus ke otak bisa berakibat fatal.

Tips Perawatan Untuk Penderita Herpes Labialis :
- Rasa nyeri sering menyebabkan penderita malas makan dan minum, hal ini dapat mengakibatkan dehidrasi, terutama bila gejala di sertai dengan demam, karena itu harus diusahakan agar tetap minum sebanyak mungkin.
- Hindari memecah titik-titik yang berisi air atau mengelupas luka yang mulai mengering. Hal ini akan memperlambat proses penyembuhan dan bahkan membuka peluang luka akan terinfeksi oleh bakteri.
- Hati-hati untuk tidak menyentuh atau menggosok mata setelah tangan menyentuh bibir, karena virus HSV-1 berbahaya jika sampai mengenai mata. Selalu cuci tangan sebelum dan setelah mengoleskan obat.
- Jangan biarkan orang lain menyentuh bibir anda karena penyakit ini mudah menular. Selain itu untuk memperkecil kemungkinan terjadinya penularan secara tidak langsung, selalu cuci benda-benda yang telah digunakan oleh penderita dengan air panas (lebih baik direbus) dan jangan biarkan orang lain memakai benda bersama-sama dengan penderita herpes, terutama ketika lukanya sedang aktif.
- Balsam bibir seperti jelly petroleum dapat menghindari bibir pecah-pecah dan mengurangi resiko tersebarnya virus ke daerah di sekitarnya.
- Untuk mengurangi nyeri pada penderita dewasa atau anak-anak, bisa digunakan obat kumur anestetik (misalnya lidokain). Atau bisa juga digunakan obat kumur yang mengandung baking soda. Pengobatan pada herpes sekunder akan efektif bila dilakukan sebelum munculnya luka.
- Pengobatan herpes labialis dapat diobati dengan salep acyclovir yang bisa mengurangi beratnya serangan dan menghilangkan cold sore lebih cepat. Salep ini dioleskan 3-5 kali sehari. Untuk kasus-kasus yang berat dan untuk penderita yang memiliki kelainan sistem kekebalan, bisa diberikan tablet acyclovir.
- Mengkonsumsi vitamin B kompleks dan vitamin C juga dapat mempercepat hilangnya herpes labialis
- Jika sudah sembuh hindari faktor- faktor pemicu terjadinya serangan infeksi ulang.

 photo belajarinternetdinsan.gif

0 komentar:

Post a Comment