Tuesday, November 1, 2011

Tips Untuk Penderita Penyakit Batu Empedu/ Gallstones

 photo gaptek-shanty-merah-468.gif

Kantung empedu merupakan organ berbentuk buah pir kecil yang terletak di perut sebelah kanan, tersembunyi di bawah hati. Kantung empedu menyimpan cairan empedu yang berwarna coklat kehijauan yang dihasilkan oleh hati. Cairan empedu berfungsi untuk membantu proses pencernaan lemak di usus halus.

Dalam keadaan normal komposisi cairan empedu adalah sebagai berikut :

- Asam empedu 80 %
- Kolesterol 5 %
- Lecithin 15 %

Apabila komponen kolesterol dalam cairan empedu terdapat dalam jumlah yang berlebihan maka sebagian komponen cairan empedu akan mengeras menjadi seperti pasir, kerikil atau batu di kantung empedu atau di saluran empedu. Sebagian besar batu empedu terbentuk di kantung empedu dan sebagian besar batu di saluran empedu berasal dari kantung empedu. Batu empedu bisa terbentuk di saluran empedu jika empedu mengalami aliran balik karena adanya penyempitan saluran atau setelah diadakan operasi pengangkatan saluran empedu. Batu empedu di saluran empedu dapat mengakibatkan infeksi hebat di saluran empedu itu sendiri atau infeksi pankreas atau infeksi hati.

Tanda dan Gejala Penyakit Batu Empedu :
Sebagian besar penderita tidak merasakan adanya gejala. Sedangkan penderita lainnya merasakan mual dan muntah terutama setelah makan makanan berlemak dan nyeri di perut kanan bagian atas tepat dibawah pinggiran dari tulang-tulang rusuk yang berlangsung selama beberapa menit atau beberapa jam. Rasa nyeri biasanya berat, namun gerakan tidak membuat nyeri memburuk. Ada juga yang disertai kolik, sendawa, gas dalam perut.

Jika batu empedu keluar dari kantung empedu dan masuk kedalam saluran empedu, batu ini kemudian bisa masuk kedalam usus halus atau tetap berada dalam saluran empedu tanpa menimbulkan gejala apapun.

Akan tetapi apabila batu empedu tersebut menyumbat saluran empedu maka dapat menimbulkan gejala :
- kulit dan bagian putih mata berubah menjadi kekuningan
- tinja berwarna gelap seperti tanah liat
- demam tinggi, berkeringat, menggigil dan sakit kuning, jika terjadi infeksi

Untuk mengetahui apakah di dalam tubuh kita terdapat batu empedu adalah dengan pemeriksaan USG, yaitu dengan menggunakan gelombang suara yang tidak dapat didengar telinga. Gelombang suara ini diarahkan ke tubuh dan pantulan gelombangnya kemudian diolah komputer yang akan menunjukkan ada atau tidaknya batu empedu. Selain itu batu empedu dapat diketahui melalui foto sinar X dan pemeriksaan darah di laboratorium.

Tips Untuk Penderita Batu Empedu :
- Kurangi atau hindari makanan yang kaya akan lemak/kolesterol.
- Pilih makanan rendah lemak, kaya serat ( buah-buahan dan sayur-sayuran)
- Jaga berat badan selalu dalam rentang berat badan normal.
- Olah raga secara teratur.
- Hindari diet yang terlalu ekstrim.
- Jika rasa nyeri sering muncul walaupun sudah menjaga pola makan maka dianjurkan untuk menghancurkan batu empedu dengan gelombang kejut berenergi tinggi atau mengangkat saluran empedu dan batu empedu dengan teknik laparoskopi, yaitu metode pembedahan yang menggunakan sayatan kecil. Metode ini mengurangi rasa sakit dan mempersingkat waktu pemulihan dibandingkan dengan operasi bedah terbuka.
- Obat-obatan jarang diberikan untuk mengobati batu empedu. Pada beberapa kasus di mana operasi tidak dapat dilakukan atau berisiko tinggi jika dioperasi, obat berbasis asam empedu mungkin diberikan untuk mengencerkan batu empedu. Namun, obat tersebut hanya efektif untuk batu berukuran kecil dan tidak mencegah pembentukan batu empedu bila pengobatan dihentikan.

 photo belajarinternetdinsan.gif

0 komentar:

Post a Comment