Tuesday, October 4, 2011

Gejala dan Penyebab Penyakit Osteoporosis/ Keropos Tulang

 photo gaptek-shanty-merah-468.gif

Penyakit osteoporosis merupakan keadaan dimana tulang kehilangan massanya/ kepadatannya sehingga tulang menjadi keropos dan rapuh. “Osteo” artinya tulang, sedangkan “porosis” artinya keropos.

Osteoporosis menyebabkan tulang menjadi lebih mudah patah jika penderitanya terjatuh atau mengalami kecelakaan. Jika tidak ditangani, osteoporosis akan membuat penderitanya kesakitan dan kehilangan kemampuan untuk bergerak.

Wanita beresiko lebih besar terkena osteoporosis dibandingkan pria, karena kepadatan masa tulang dipengaruhi oleh hormon wanita estrogen. Penyakit osteoporosis umumnya menyerang tulang belakang, tulang paha, pergelangan tangan dan pergelangan kaki.

Penyebab Osteoporosis :
Tulang kita sebenarnya tidak pernah diam. Setiap saat terjadi pembentukan sel tulang baru, sedangkan sel tulang yang sudah tua dibuang dari tubuh. Pada masa anak-anak, kecepatan pembentukan jauh lebih besar ketimbang hilangnya sel-sel tulang yang sudah tua. Akibatnya tulang pada anak-anak akan bertambah panjang dan besar.
Pada dewasa muda kecepatan pembentukan dan hilangnya sel tulang hampir seimbang. Namun mulai usia 30 sampai 40 tahun, kecepatan pembentukan tulang semakin menurun, akibatnya jumlah sel tulang semakin sedikit, sehingga rawan terjadi osteoporosis.

Tanda dan Gejala Osteoporosis :
- Indeks kepadatan masa tulang lebih kecil dari minus 2,5
- Nyeri di tulang belakang ketika akan bangun di pagi hari
- Mengalami patah tulang
- Tulang belakang mulai membungkuk

Yang Beresiko Terkena Osteoporosis :
 - Wanita yang sudah menopause.
Hal ini disebabkan karena setelah menopause, kadar estrogen yang diproduksi ovarium turun drastis. Sebagaimana diketahui, estrogen berperan penting dalam menjaga kekuatan tulang dengan cara membantu kerja sel pembentuk tulang. Pada kenyataannya, semakin cepat menopause terjadi, semakin besar resiko timbulnya osteoporosis.
- Perokok.
Resiko terkena osteoporosis pada perokok dua kali lebih besar dibanding bukan perokok. Hal ini terjadi karena rokok menurunkan kadar estrogen di dalam darah.
- Tidak berolahraga secara teratur
Latihan yang teratur membantu memperlambat timbulnya osteoporosis. Sebaliknya, kurang olah raga menyebabkan osteoporosis lebih mudah timbul. Olah raga misalnya jalan atau lari, memicu sel tulang untuk lebih aktif sehingga terbentuk tulang yang kuat.
- Wanita dengan berat badan yang kurang dari normal
Wanita kurus lebih cepat terkena osteoporosis dibandingkan dengan wanita gemuk. Hal ini dikaitkan dengan perbedaan tingkat produksi estrogen, dimana wanita gemuk cenderung lebih banyak.
- Faktor keturunan
Wanita yang mempunyai ibu osteoporosis mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk terkena osteoporosis.
- Kurang konsumsi kalsium atau Vitamin D
Jika makanan kita kurang mengandung kalisum selama bertahun-tahun, terutama pada masa pertumbuhan, maka resiko untuk mengalami osteoporosis juga meningkat. Kurangnya kalsium menyebabkan kurangnya pembentukan tulang sedangkan vitamin D dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium dan menghantarkannya ke tulang.

Tips Untuk Pencegahan dan Penanganan Osteoporosis :
- Hentikan kebiasaan merokok.
- Berolahragalah secara teratur.
Untuk yang sudah terkena osteoporosis bisa melakukan yoga, senam pernapasan atau jalan pagi.
- Konsumsi kalsium secara teratur 500-1000 mg setiap harinya.
Kebutuhan akan kalsium dapat di penuhi dengan meminum susu atau yoghurt setiap harinya, atau dengan mengkonsumsi suplemen kalsium seperti CDR, Cavit D3, Protecal, Dumocalcin Plus dll.
- Untuk penderita osteoporosis telah tersedia obat-obatan yang dapat membantu memperlambat munculnya atau memperbaiki osteoporosis. Pengobatan tersebut dengan hormon pengganti estrogen pada perempuan menopause serta obat obatan seperti aledronate, etidronate atau kalsitonin.
 photo belajarinternetdinsan.gif

0 komentar:

Post a Comment