Friday, April 20, 2012

Tips Olahraga Untuk Penderita Diabetes

 photo gaptek-shanty-merah-468.gif

Selain mengontrol kadar gula dan melakukan diet, olahraga yang teratur merupakan hal yang penting dalam pengelolaan diabetes dan dapat mencegah terjadinya komplikasi akibat diabetes. 

Olahraga terutama untuk membakar kalori tubuh, sehingga glukosa darah terpakai untuk energi dan dengan demikian kadar gula akan turun. Selain itu dengan berolahraga akan membantu mengontrol rasa sakit saraf atau periferal neuropathy akibat penyakit ini dan dapat mengurangi stress yang sering menjadi pemicu kenaikan glukosa darah.

Tips Berolahraga Untuk Penderita Diabetes :

- Penderita diabetes harus berkonsultasi dengan dokter untuk memilih jenis olahraga yang tepat bagi dirinya. Sebelum memulai satu jenis olahraga minta dokter memeriksa jantung, mata, kaki dan area lain yang berisiko cedera setelah berolahraga. Dokter akan melarang berolahraga untuk penderita diabetes yang memiliki gejala retinopati (kerusakan pembuluh darah pada mata), neuropati (kerusakan syaraf dan sirkulasi darah pada anggota badan), nefropati (kerusakan ginjal) dan gangguan jantung seperti jantung koroner, infark miokard, arritmia dan lainnya.

 - Jenis olahraga terbaik bagi penderita diabetes adalah yang memiliki nilai aerobik tinggi, seperti jalan cepat, joging, senam aerobik, renang dan bersepeda. Jenis olahraga lainnya tenis, tenis meja, bahkan sepakbola boleh dilakukan asal dengan perhatian ekstra. Jangan pilih jenis olahraga yang mengangkat beban berat karena dapat meningkatkan tekanan darah secara tiba-tiba.

- Frekuensi, intensitas dan durasi olahraga bagi penderita diabetes pada prinsipnya tidak berbeda dengan orang sehat. Frekuensi berolah raga adalah 3-5 kali seminggu selama 30-45 menit. Jangan berolahraga di siang hari, karena panas matahari bisa membakar kalori lebih banyak yang dapat menyebabkan hipoglikemia/ kekurangan gula darah. Pada penderita diabetes, kebanyakan gula bisa menimbulkan hiperglikemia yang dapat membuat keracunan. Tapi ini efeknya lama. Yang cepat pengaruhnya dan bisa menimbulkan kematian justru hipoglikemia. Jangan menambah porsi latihan secara drastis, cobalah melakukan aktivitas fisik lima menit sehari dan tambahkan durasi secara bertahap dari hari ke hari. 

- Periksa kadar glukosa darah sebelum dan setelah berolahraga. Kadar gula darah penderita saat melakukan olahraga harus berada pada kisaran 100–300 mg/dl. Bila lebih dari 300 mg/dl dikhawatirkan terjadi ketosis (kelebihan keton dalam jaringan), di bawah 100mg/dl dikhawatirkan terjadi hipoglikemia . Penderita diabetes yang dapat berolahraga sebaiknya berolahraga bersama keluarga, teman, tetangga, pasangan atau binatang kesayangan. Selain bisa menjadi sumber motivasi, juga untuk mengantisipasi kalau terjadi hal yang tidak diinginkan. Dengan memeriksa kadar gula darah sebelum dan sesudah berolahraga penderita diabetes dapat melihat pengaruh aktivitas fisik terhadap kadar gula darah, dengan begitu lebih bisa mengontrolnya.

 - Saat berolahraga bawalah makanan atau minuman yang manis-manis misalnya manisan buah, permen, teh manis. Bila kepala terasa melayang, gemetar, timbul rasa lapar, keringat dingin mulai keluar, langsung makan atau minum bekal secukupnya. Gejala-gejala tersebut menunjukkan gula darah sudah turun berlebih/ hipoglikemia.

- Untuk penderita yang menggunakan suntikan insulin harus hati-hati, perhatikan waktu puncak kerja insulin yang disuntikkan, short acting atau long acting, lalu sesuaikan jadwal olahraga dengan kerja insulin. Jangan berolahraga saat puncak insulin bekerja, karena saat itu kadar gula darah akan banyak turun. Kalau ditambah latihan, bisa lebih turun lagi, akhirnya dapat terkena hipoglikemia.

- Khusus yang sudah sangat parah, misalnya saraf kakinya sudah terganggu, pilih olahraga yang ringan dan tidak terlalu banyak serta keras benturannya, misalnya bersepeda. Bila kadar gula di atas 400mg/dl yang tak memungkinkannya bergerak aktif, penanganannya lebih diserahkan pada dokter penyakit dalam. Jadi, yang bisa berolahraga hanya mereka yang betul-betul masih aktif, tidak ada keterbatasan pada musculuskeletal, tidak ada atritis, dan keterbatasan lainnya.

- Untuk penderita diabetes berbadan gemuk, jenis olahraganya dikombinasikan dengan latihan untuk obesitas. Biasanya, lama olahraga 1-2 jam satu jam, supaya pembakarannya lebih banyak, gula darahnya turun, dan lemak tubuhnya berkurang.

- Mereka yang memilih jenis olahraga dengan waktu lama, seperti tenis lapangan atau sepakbola, sebaiknya setiap 30 menit mengkonsumsi glukosa (makanan atau minuman manis). Dengan cara itu kadar gula darahnya bisa dijaga agar tidak terlalu turun.

- Selalu gunakan alas sepatu saat berolahraga kecuali olahraga dalam air. Hal ini penting untuk mencegah kaki luka tertusuk benda tajam saat berolahraga. Pilih sepatu yang tepat, nyaman serta lembut bagian dalamnya untuk menghindari lecet dan cedera kaki. Menjaga kebersihan dan kesehatan kaki juga penting, selalu gunakan kaus kaki yang bersih karena kaki akan bergesekan dengan sepatu. Jangan lupa periksa apakah ada krikil atau benda lain sebelum mengenakan sepatu.  

- Berolahragalah dengan gembira. Untuk meningkatkan dan mempertahankan motivasi berolahraga, bergabunglah dengan klub-klub olah raga diabetes yang terdekat.

Sumber :
www.indomedia.com
www.majalah kesehatan.com

 photo belajarinternetdinsan.gif

1 komentar:

Sary said...

Bagusan sih jangan lakukan gerakan-gerakan yang terlalu berat..

Post a Comment