Wednesday, January 16, 2013

Istilah Kedokteran Seputar Penyakit/ Gangguan Jiwa


Seringkali sebagai masyarakat awam, kita tidak mengerti istilah kedokteran yang kita dengar atau baca sehari-hari. Oleh karenanya untuk masyarakat umum dan siapa saja yang ingin memahami berbagai istilah/ terminologi kedokteran yang ditemukan dalam artikel, buku dan berita kesehatan saat ini, penulis mencoba merangkumkannya dalam bahasa yang ringkas dan mudah dipahami.

Kali ini kita akan membahas mengenai istilah kedokteran yang berhubungan dengan penyakit/ gamgguan jiwa.

  • Stress adalah suatu kondisi atau keadaan tubuh yang terganggu karena tekanan psikologis.
  • Ansietas (anxiety) adalah kondisi yang ditandai dengan kecemasan dan kekhawatiran berlebihan atas peristiwa kehidupan sehari-hari tanpa alasan yang jelas untuk mencemaskan/ mengkhawatirkannya. Orang dengan gejala gangguan ansietas umum cenderung untuk selalu mengantisipasi bencana dan tidak bisa berhenti mengkhawatirkan kesehatan, keuangan, keluarga, pekerjaan, atau sekolah. Kekhawatiran tersebut seringkali tidak realistis/ tidak proporsional terhadap situasinya. Akhirnya, ansietas yang mendominasi pikiran orang tersebut akan mengganggu fungsinya sehari-hari, termasuk pekerjaan, sekolah, kegiatan sosial, dan hubungan dengan orang lain.
  • Depresi adalah gangguan mental umum yang ditandai dengan kesedihan, kehilangan minat atau kesenangan, perasaan bersalah, kesulitan berkonsentrasi, tidur terganggu, nafsu makan berubah dan energi rendah. Masalah ini dapat menjadi kronis atau berulang dan menyebabkan gangguan besar dalam kemampuan seseorang untuk menjalankan tanggung jawab/ aktifitas sosialnya sehari-hari.
  • Neurosis/ psikoneurosis adalah istilah umum yang merujuk pada ketidakseimbangan mental yang menyebabkan stress, tapi tidak seperti psikosis atau kelainan kepribadian, neurosis tidak mempengaruhi pemikiran rasional. Konsep neurosis berhubungan dengan bidang psikoanalisis, suatu aliran pemikiran dalam psikologi atau psikiatri
  • Psikosis adalah gejala gangguan mental berat di mana seseorang kehilangan kemampuan untuk mengenali realitas dengan fantasi dirinya atau kehilangan kemampuan berhubungan dengan orang lain dan mereka biasanya berbicara dan berperilaku dengan cara yang tidak tepat dan aneh. Psikosis muncul sebagai gejala dari sejumlah gangguan mental, termasuk gangguan suasana hati (mood), gangguan kepribadian, skizofrenia, halusinasi, delusi, katatonia dan penyalahgunaan zat. 
  • Delusi adalah kesalahpahaman seseorang yang serius tentang apa yang terjadi. Dengan kata lain, kesalahpahaman tentang apa yang mereka lihat, dengar, atau pikir. Orang yang delusi sangat memegang keyakinan yang tidak rasional dan tidak realistis yang sangat sulit untuk berubah, bahkan ketika orang itu dihadapkan pada bukti yang bertentangan dengan khayalannya. Orang awam biasanya menganggap delusi sebagai “paranoid” di mana orang yang delusi merasa curiga berlebihan dan terus-menerus terhadap konspirator yang “akan mencelakainya”. Namun, delusi juga bisa menyangkut keyakinan akan kemegahan, fantasi cinta yang rumit (delusi erotomanik), atau kecemburuan ekstrim dan irasional. Bahkan terkadang psikiater sulit untuk membedakan keyakinan yang dipegang teguh dengan delusi.
  • Halusinasi adalah persepsi yang kuat atas suatu peristiwa atau objek yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi dapat terjadi pada panca indra pendengaran, perasa, penciuman, atau perabaan. Meskipun halusinasi adalah bagian dari banyak penyakit, ada juga saat-saat di mana ia dianggap normal atau umum, misalnya ketika tertidur atau selama pengalaman religius. Halusinasi visual melibatkan indra penglihatan, atau “melihat sesuatu”. Halusinasi pendengaran merupakan jenis paling umum dari halusinasi, yang melibatkan “pendengaran suara”. Kadang-kadang, halusinasi dapat mencakup pengalaman suara dan visual/ “halusinasi auditori-visual”. Mencium adanya bau atau merasakan ada sesuatu di kulit seseorang yang sebenarnya tidak ada adalah bentuk-bentuk halusinasi somatik.
  • Skizofrenia adalah gangguan jiwa psikotik dengan gejala delusi, halusinasi, hilangnya perasaan afektif atau respons emosional, menarik diri dari hubungan antarpribadi normal bicara tidak teratur, perilaku yang sangat tidak teratur, perilaku katatonik (tidak ada gerakan sama sekali), emosi sedikit (dibandingkan dengan orang normal), kesulitan bicara, atau kurangnya perilaku bertujuan (kesulitan mendapatkan hal-hal untuk dilakukan). Seseorang dikatakan menderita skizofrenia jika gejala-gejala skizofrenia sudah dialami sekitar sekurangnya 1 bulan dan gejala menetap sekurangnya selama 6 bulan. Jika kurang dari itu maka orang tersebut dikatakan menderita psikotik akut atau lir-skizofrenia.
  • Psikopat secara harfiah berarti sakit jiwa. Psikopat berasal dari kata psyche yang berarti jiwa dan pathos yang berarti penyakit. Psikopat tak sama dengan gila (skizofrenia/psikosis) karena seorang psikopat sadar sepenuhnya atas perbuatannya. Gejalanya sendiri sering disebut dengan psikopati, yaitu memiliki karakteristik pesona yang dangkal, rasa megah diri, perlu stimulasi/ rawan kebosanan, berbohong patologis, menipu/ manipulatif, kurangnya penyesalan atau rasa bersalah, respon emosi dangkal, kurang berperasaan/ empati, gaya hidup parasit, kurang kontrol perilaku, perilaku seksual bebas, kurang realistis dalam tujuan jangka panjang, impulsif, tidak menerima tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri dan banyak hubungan jangka pendek, sosiopat dan merugikan orang terdekatnya.
  • Sosiopat adalah orang yang menderita gangguan kepribadian antisosial yang terutama ditandai oleh kurangnya empati terhadap orang lain, perilaku moral abnormal, ketidakmampuan untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma masyarakat. Beberapa karakteristik lain yang dapat ditampilkan oleh sosiopat adalah mencuri, berbohong, kurangnya penyesalan terhadap orang lain dan terhadap makhluk hidup, perilaku tidak bertanggung jawab, perilaku impulsif, penyalahgunaan alkohol atau obat, melanggar hukum, melanggar hak orang lain dan perilakunya agresif.
  • Kepribadian ganda adalah suatu keadaan di mana kepribadian individu terpecah sehingga muncul kepribadian yang lain. Kepribadian itu biasanya merupakan ekspresi dari kepribadian utama yang muncul karena pribadi utama tidak dapat mewujudkan hal yang ingin dilakukannya. Dalam bahasa yang lebih sederhana dapat dikatakan bahwa ada satu orang yang memiliki pribadi lebih satu. Kadang si penderita tidak tahu bahwa ia memiliki kepribadian ganda, pribadi-pribadi yang ada dalam satu tubuh ini biasanya tidak saling mengenal dan biasanya sifat pribadi-pribadi ini saling bertolak belakang.
  • Kleptomania adalah penyakit jiwa yang membuat penderitanya tidak bisa menahan diri untuk mencuri. Benda-benda yang dicuri oleh penderita kleptomania umumnya adalah barang-barang yang tidak berharga, seperti mencuri gula, permen, sisir, atau barang-barang lainnya.
  • Pyromania adalah sejenis mania di mana muncul dorongan kuat untuk sengaja menyulut api untuk meredakan ketegangan dan biasanya menimbulkan perasaan lega atau puas setelah melakukannya
Sumber : www.nuepoel.wordpress.com
              www.kamuskesehatan.com 
              www.wikipedia.com


1 komentar:

Rino Aprilio said...

thanks informasinya gan,,, baca juga penyebab sakit jiwa buat tambahan pengetahuan kita semua :)

Post a Comment