Wednesday, April 17, 2013

Gejala, Penyebab dan Pengobatan Serangan Jantung


Serangan jantung adalah kondisi dimana terjadi cedera atau kematian sebagian sel-sel otot jantung akibat terhentinya aliran darah yang fungsinya mensuplai oksigen dan zat makanan ke otot jantung. Serangan jantung berbeda dengan stroke.


Penyebab serangan jantung karena terjadi penyumbatan menyeluruh pada satu atau lebih pembuluh arteri koroner akibat adanya gumpalan darah (thrombus) atau plak kolesterol. Yang mana penyumbatan tersebut mengakibatkan terhentinya aliran darah ke jantung. Semakin banyak waktu yang berlalu tanpa pengobatan untuk memulihkan aliran darah, maka semakin besar pula kerusakan jantung yang terjadi.

Serangan jantung umumnya tidak muncul secara tiba-tiba melainkan didahului dengan serangan angina pectoris, yaitu kondisi dimana otot jantung kekurangan suplai oksigen dan zat makanan karena berkurangnya suplai darah karena terjadinya penyempitan pembuluh arteri koroner.

Sebenarnya penyumbatan 75% masih memungkinkan jantung mendapat suplai darah yang membawa oksigen dan zat makanan yang memadai. Namun hal ini hanya terpenuhi jika otot jantung dalam keadaan istirahat bukan bekerja keras. Ketika otot jantung harus bekerja keras, misalnya ketika menaiki tangga, berolahraga aerobik atau mengalami stress, maka suplai tersebut menjadi tidak memadai, akibatnya penderita merasakan nyeri dada yang berlangsung selama beberapa menit.

Beda angina pectoris dan serangan jantung :
- Angina disebabkan oleh penyempitan, serangan jantung disebabkan oleh penyumbatan menyeluruh arteri koroner.
- Nyeri dada angina berlangsung beberapa menit, nyeri dada serangan jantung berlangsung > 30 menit dan intensitas nyeri lebih parah.
- Nyeri dada angina tidak disertai sakit kepala, mual dan muntah. Serangan jantung, ya.
- Nyeri dada angina tidak disertai keringat dingin, hilang kesadaran. Serangan jantung, ya.

Faktor resiko terjadinya penyakit serangan jantung :
- Faktor genetik/ riwayat keluarga dengan penyakit jantung
- Penderita hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi dan gangguan ritme jantung.
- Usia > 50 tahun, pria lebih beresiko terkena serangan jantung.
- Usia > 70 tahun, pria dan wanita mempunyai resiko yang sama.
- Berat badan berlebih/ kegemukan/ obesitas
- Perokok aktif dan perokok pasif.
- Pecandu alkohol.

Tanda dan gejala penyakit serangan jantung :
- Nyeri seperti diremas atau diremukkan pada dada sebelah kiri atau di tengah dada
- Rasa nyeri lalu menyebar hingga ke bahu, leher, punggung, lengan, gigi atau rahang kiri.
- Perasaan ada tekanan, rasa penuh atau kencang di dada yang ekstrim.
- Mual, pusing, lemah, kepala terasa ringan, nafas pendek dan berkeringat dingin.

Pencegahan terjadinya penyakit serangan jantung :
- Jaga jantung tetap sehat dengan mengikuti tips ini .
- Jaga tekanan darah, kadar gula darah dan kolesterol dalam rentang normal.
- Periksa rekanan darah, kadar gula darah dan kolesterol secara rutin.
- Jaga berat badan dalam rentang normal.
- Perbanyak gerak tubuh, biasakan jika harus duduk terus-menerus lebih dari 2 jam, selingi dengan jalan kaki.
- Olahraga secara teratur, 2-3 kali seminggu.
- Jika sudah terjadi penyempitan pada pembuluh arteri koroner, hindari olahraga berat, seperti sepak bola, futsal, senam aerobik dll.
- Hentikan merokok dan minum alkohol.
- Kurangi/ kendalikan stress.
- Kurangi konsumsi makanan yang kaya lemak/kolesterol, tinggi kadar gula serta kadar garamnya..
- Kurangi makanan yang diolah dengan cara digoreng.
- Perbanyak konsumsi sayur dan buah.
- Minum obat secara teratur jika anda penderita tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol.

Penanganan, perawatan dan pengobatan serangan jantung :
- Jika sudah menderita angina pectoris, rutin cek ke dokter, minum obat secara teratur dan ubah gaya hidup dan pola makan.
- Jika terjadi serangan jantung, harus segera di bawa ke rumah sakit. Perawatan segera dari serangan jantung bisa membantu mencegah atau membatasi kerusakan pada jantung dan mencegah kematian mendadak.
- Sebelum di bawa ke rumah sakit, minum aspirin dengan dosis 100-320 mg segera.  Kalau ada, berikan tambahan obat antiplatelet yang kuat seperti clopidogrel (300 mg, atu 4 tablet) atau ticagrelor 180 mg. Orang-orang dengan risiko serangan jantung tinggi hendaknya mempunya persediaan obat ini.
- Pengobatan serangan jantung adalah dengan :
  • Obat untuk melarutkan gumpalan darah yang memblokir arteri koroner.
  • Angioplasty dan implantasi stent: prosedur untuk membuka arteri koroner yang tersumbat dengan menggunakan balon di titik penyempitan. Setelah arteri terbuka, tabung logam khusus yang dapat menggelembung (stent) ditempatkan agar tetap terbuka.
  • Operasi bypass: operasi di mana aliran darah dialihkan dari area penyempitan di arteri koroner Anda.
  • Penggunaan obat jangka panjang : untuk menurunkan risiko gangguan jantung lebih lanjut. Obat-obatan ini mungkin mencakup dosis kecil aspirin reguler, obat penurun kolesterol, beta-blocker dan penghambat ACE (angiotensin-converting enzyme).
  • Defibrilator implan jantung (ICD):  perangkat kecil yang kadang-kadang ditanam di dekat jantung untuk mengelola irama jantung abnormal (aritmia) yang mungkin terjadi setelah serangan jantung.

0 komentar:

Post a Comment